Kartini-Kartini Masa Kini: Ekofeminisme dalam Dialektika Konflik Agraria
“Ik wil werken, niet voor mijzelf alleen, maar voor ons volk.” (Aku ingin bekerja, bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi untuk bangsaku). Serangkaian kata yang ditulis oleh Raden Ajeng Kartini dalam suratnya kepada Nyonya Abendanon pada 4 Oktober 1901 . Sebuah pernyataan sederhana namun sarat makna: bahwa cita-cita Kartini jauh melampaui sekat domestik. Ia menyuarakan semangat emansipasi yang tidak primordial, tetapi kolektif—menyala untuk kehidupan rakyat. Hari ini, semangat itu hidup dalam "tubuh-tubuh perempuan" yang berdiri di garis depan pertarungan mempertahankan ruang hidup—dari kaki Pegunungan Kendeng, hutan adat Mollo di NTT, hingga bumi Papua . Mereka bukan sekadar “perempuan desa”, tetapi penjaga bumi yang menggugat ketidakadilan agraria dan membongkar logika kuasa yang menyingkirkan kehidupan demi investasi. Kartini masa kini tidak hanya berbicara lewat pena, tetapi lewat aksi, tubuh, dan solidaritas. Mereka hadir di garis depan sebagai penjaga r...
.%20The%20image%20shows%20a%20parliamentary%20building%20overs.jpg)
